Langsung ke konten utama

Tugas PAI 1

Alansyah Ramadhan Sundava

Universitas Panca Sakti Bekasi

Fakultas Sains & Teknologi

Prodi Teknik Informatika

Tugas Semester Ganjil Tahun 2021

Pendidikan Agama Islam

Bapak Son Haji S.Ag., M.M


Rukun Iman & Rukun Islam

v  Rukun Iman ada 6 yaitu :

 

1.      Iman Kepada Allah SWT

Iman kepada Allah SWT menjadi dasar dari iman karena sebagai umat Islam harus mengakui keesaan Nya. Dia merupakan pencipta di alam semessta, penguasa langit maupun bumi serta Tuhan yang wajib disembah dengan sifat tidak beranak dan tidak diperanakkan.

2.   Iman Kepada Malaikat

Malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan dari nur/ cahaya dan tidak diberikan nafsu. Oleh karenanya mereka selalu taat pada segala perintah serta ketetapan. Meskipun tidak terlihat sebagai manusia harus meyakini keberadaannya dengan tugas tersendiri.

3. Iman Kepada Kitab – Kitab Allah SWT

Allah menjelaskan ajaran-Nya melalui kitab diturunkan kepada para Rasul melalui perantara malaikat. Ajaran di dalamnya harus disampaikan kepada umat manusia yang mengimaninya secara utuh tanpa adanya kelalaian, ada banyak umat terdahulu terkena azab karena kelalaiannya.

Kitab-kitab ini sebagai pedoman dan pegangan hidup umat dihala para Rasulullah sudah wafat. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kelalaian yang mengakibatkan terpecah belahnya akidah dan keyakinan mereka. Meskipun demikian terdapat penerusnya yaitu para sahabat dan ulama.

4.      Iman Kepada Rasul – Rsul Allah SWT

Jumlah nabi dan rasul wajib diketahui yaitu sekitar 25 yang diturunkan pada umat dengan karakteristik masing-masing. Setidaknya terdapat 4 kitab suci diturunkan kepada mereka untuk bekal mengajarkan tauhid dengan meyakini bahwa Allah merupakan Tuhan wajib disembah.

5.      Iman Kepada Hari Kiamat

Hari akhir adalah hal nyata yang sering diingkari oleh manusia. Sebagai seorang Muslim maka mereka wajib mengimani untuk menunjang semangat dalam beribadah serta sebagai bukti bahwa hari pembalasan benar adanya dan seluruh manusia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

6.      Iman Kepada Qada & Qadar

Takdir sendiri terbagi menjadi dua yaitu tetap, sebagai contoh yaitu kematian, jodoh, dan rezeki. Bagian kedua adalah dapat diubah dengan berusaha serta berdoa kemudian diiringi ketaqwaan. Manusia perlu meyakininya sebagai rujukan bahawa semua atas kehendak dan kuasa Allah.

v  Rukun Islam ada 5 yaitu :

1.      Membaca Syahadat

Syahadat artinya kesaksian. Maksudnya, mengucapkan kalimat syahadat adalah bersaksi bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Esa dan Nabi Muhammad SAW adalah rasul-Nya.

2.      Mendirikan Shalat.

Kewajiban mendirikan salat lima waktu dalam sehari semalam. Secara istilah, salat artinya perbuatan ibadah yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

3.      Melaksanakan Puasa Ramadhan

Berpuasa sebulan penuh pada Ramadan. Berpuasa artinya menahan hawa nafsu, serta lapar dan haus, sejak terbit fajar (waktu imsak) hingga terbenam matahari.

4.      Menunaikan Zakat

Secara istilah, berzakat adalah mengeluarkan sebagian harta untuk disucikan. Terdapat dua zakat yang wajib dikerjakan bagi yang mampu, yaitu zakat fitrah dan zakat harta. Pertama, zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada Ramadan hingga menjelang salat Id. Kedua, zakat harta yang dikeluarkan atas harta kepemilikan seorang muslim jika mencapai batas-batas tertentu (terpenuhi haul dan nisabnya). Harta-harta yang patut dizakati adalah binatang ternak, hasil pertanian, hasil bumi, emas, dan lain sebagainya.

5.      Berhaji Bila Mampu

Berhaji ke Baitullah atau Ka'bah yang terletak di Makkah. Amalan haji ini amat mulia pahalanya di sisi Allah SWT. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW: “Tidak ada balasan yang pantas bagi haji mabrur selain surga," (H.R. Bukhari). Karena jarak ke Makkah cukup jauh bagi sebagian besar umat Islam, maka hanya yang mampu dan memiliki kelapangan harta yang wajib menunaikannya. Sementara itu, jika sudah memiliki kecukupan harta, namun tidak menunaikan haji, maka ia tergolong berdosa karena meninggalkan salah satu dari rukun Islam ini.

 

 

 

10 Malaikat Dengan Tugas – Tugasnya

Umat muslim diminta untuk mengimani malaikat Allah. Malaikat sendiri diciptakan Allah dari cahaya. Di mana, dari sekian banyaknya jumlah malaikat yang diciptakan Allah, kita diminta untuk mengetahui 10 malaikat, yakni Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan. Hikmahnya, mengingat peran-peran para malaikat di atas membuat kita waspada akan perbuatan baik dan buruk di dunia. Selain itu, kita pun semakin mengetahui keagungan Allah SWT lewat salah satu ciptaannya yang mulia, yakni para malaikat. 

Ø  Jibril tugasnya menyampaikan wahyu Allah Swt

Ø  Mikail tugasnya menyalurkan rezeki dari Allah Swt

Ø  Israfil tugasnya meniup sasangkala pada hari akhir

Ø  Izrail tugasnya mencabut nyawa seluruh makhluk Allah Swt

Ø  Munkar tugasnya menanyai mayat di dalam kubur

Ø  Nakir tugasnya menanyai mayat di dalam kubur

Ø  Raqib tugasnya mencatat amalan baik manusia

Ø  Atid tugasnya mencatat amalan buruk manusia

Ø  Ridwan tugasnya menjaga pintu surga

Ø  Malik tugasnya menjaga pintu neraka

 



Kisah 25 Nabi dan Rasul

 

Nabi Adam AS

Adam AS adalah nabi sekaligus manusia pertama ciptaan Allah SWT. Adam juga diajarkan oleh Allah segala hal tentang nama benda dan makhluk di bumi, berumur panjang dan bisa memberikan 40 tahun untuk Nabi Daud, memiliki tinggi 60 hasta, dan dikaruniai keturunan kembar berpasang-pasangan.

Nabi Idris AS

Nabi Idris AS adalah nabi kedua sekaligus keturanan ke-6 Adam AS. Nabi Idris diberikan mukjizat di antaranya menjadi manusia pertama yang bisa membaca dan menulis, serta pernah melihat surga dan neraka.

Nabi Nuh AS

Menjadi salah satu golongan Ulul Azmi, Nabi Nuh AS memiliki mukjizat yaitu mampu membuat bahtera/perahu dengan ukuran panjang 300 hasta dan 50 hasta.

Nabi Hud AS

Nabi Hud AS memiliki mukjizat yaitu mampu menurunkan hujan atas izin Allah, kala itu kaum 'Ad dilanda kekeringan hingga tanaman mati dan tak ada sumber air.

Nabi Shaleh AS

Salah satu mukjizat Nabi Shaleh AS yaitu memunculkan unta betina yang hamil 10 bulan dari batu besar yang terbelah.

Nabi Ibrahim AS

Ibrahim AS juga termasuk nabi Ulul Azmi. Salah satu mukjizatnya yaitu tetap hidup meski dibakar dengan api.

Nabi Luth AS

Nabi Luth AS menjadi utusan Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Sodom.

Nabi Ismail AS

Nabi Ismail AS adalah anak dari Ibrahim AS dan Hajar. Salah satu mukjizatnya yaitu mengeluarkan air zam-zam.

Nabi Ishaq AS

Ishaq AS juga anak Ibrahim AS dengan Sarah. Mukjizat yang dimiliki Ishaq AS yaitu memiliki ilmu, akhlak, dan perbuatan yang baik.

Nabi Yaqub AS

Nabi Yaqub AS diyakini sebagai sosok yang memiliki karakter yang kuat dan keimanan yang luar biasa.

Nabi Yusuf AS

Anak dari Yaqub AS, Yusuf AS menjadi nabi yang diyakini memiliki wajah paling tampan dan mampu menafsirkan mimpi.

Nabi Ayub AS

Salah satu nabi terkaya, Ayub AS memiliki mukjizat yaitu diberi kesabaran luar biasa dan mampu mengeluarkan air dari tanah yang bisa menyembuhkan penyakitnya.

Nabi Syuaib AS

Nabi Syuaib AS diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan ajaran Islam kepada kaum yang suka menipu dan membangkang, Madyan.

Nabi Musa AS

Nabi Musa AS juga termasuk Ulul Azmi. Mukjizatnya yaitu dapat menghidupkan orang mati, memiliki tongkat yang bisa berubah menjadi ular, dan membelah laut merah.

Nabi Harun AS

Dikaruniai kemampuan bahasa yang sangat baik, Nabi Harun AS membantu memberantas berhala yang dipimpin oleh Samiri, tukang sihir dari kerajaan milik Firaun.

Nabi Dzulkifli AS

Dzulkifli AS menjadi satu-satunya nabi yang tinggal di Irak. Dia dikenal tegar dalam menyebarkan ajaran untuk menyembah Allah meski sempat mendapat siksaan seperti dirantai dan dipenjara.

Nabi Daud AS

Nabi Daud dianugerahi mukjizat berupa kitab Zabur dan memiliki suara yang merdu.

Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman AS diberikan mukjizat yang di antaranya dapat berbicara dengan binatang, menundukan angin, dan memiliki bala tentara dari kalangan manusia, jin, dan hewan.

Nabi Ilyas AS

Nabi Ilyas AS diberikan mukjizat sebagai utusan Allah SWT untuk menghadapi kaum yang gemar menyembah berhala bernama Ba'al.

Nabi Ilyasa AS

Nabi Ilyasa AS juga diutus oleh Allah SWT untuk melanjutkan dakwah kepada kaum Bani Israil. Salah satu mukjizat Nabi Ilyasa AS juga dapat menghidupkan orang mati atas izin Allah SWT.

Nabi Yunus AS

Nabi Yunus AS dikenal dengan mukjizatnya yang selamat saat ditelan ikan paus.

Nabi Dzakkaria AS

Nabi Dzakaria dikenal memiliki sifat rendah hari dan selalu bersyukur kepada Allah SWT.

Nabi Yahya AS

Nabi Yahya AS diberikan mukjizat yaitu kemampuan untuk mengetahui sebuah syariat. Nabi Yahya AS juga pandai memutuskan perkara dan mencari jalan keluar untuk segala persoalan.

 

Nabi Isa AS

Ada beberapa mukjizat yang terjadi oleh Nabi Isa AS, di antaranya yaitu dapat berbicara saat bayi, menghidupkan burung dari tanah liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, dan diberikan kitab Injil.

Nabi Muhammad SAW

Nabi terakhir dalam Islam, Muhammad SAW diberikan mukjizat yaitu mampu membelah bulan, dapat mengalirkan air dari jemarinya, menurunkan hujan, hingga diberikan kitab Alquran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kitab – Kitab Yang Diturunkan oleh Allah SWT Beserta Keutamaannya

Kitab Taurat

Taurat adalah kitab yang paling menonjol dan tertinggi untuk keturunan Israel. Itu melaksanakan perincian hukum mereka, yang diturunkan kepada Musa, Hukum ini juga dijalankan oleh para nabi di antara keturunan Israel setelah dia.

Allah berfirman, yang artinya adalah, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat. Di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Dengan Kitab itu perkara orang-orang Yahudi oleh diputuskan para nabi yang berserah diri kepada Allah dan oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka karena mereka diperintahkan untuk memelihara kitab-kitab Allah; mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu, janganlah kalian takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada-Ku. Janganlah kalian menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Siapa saja yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang allah turunkan, mereka itu adalah orang-orang yang kafir." QS. al-Maidah - Surah 5 Ayat 44 [5:44].

Pelajaran penting yang didapat dari ayat itu adalah bahwa menjaga Taurat dipercayakan kepada para ahli hukum dari keturunan Israel. Sebagai bagian dari ayat itu mengungkapkan, "karena mereka telah dipercayakan untuk menyimpannya." Ini adalah salah satu alasan mengapa Taurat dapat diubah oleh manusia, tidak seperti Al-Qur'an.

Kitab Zabur

Kitab Zabur adalah diturunkan kepada Nabi Dawud as ketika beliau menduduki tahta sebagai raja Bani Israil pada abad 10 SM di tanah Kanaan. Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Daud as. Allah berfirman, yang artinya adalah, "Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya. Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." QS. An-Nisa - Surah 4 Ayat 163 [4:163]. Kitab Zabur, tidak seperti Taurat, hanya berisi doa-doa, zikir, pujian kepada Allah, dan zikir lain yang telah diajarkan Allah kepada Daud as. Tidak ada penjelasan tentang hukum hal-hal hukum atau ilegal, atau hukum lain.

Kitab Injil

Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa as sebagai konfirmasi kebenaran Taurat, dan isinya cocok dengan Taurat. Allah berfirman, yang artinya adalah, "Dan Kami iringkan jejak mereka (Nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil, sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk, serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." QS. Al-Maidah - Surah 5 Ayat 46 [5:46]. Menurut beberapa para ulama telah menjelaskan Injil tidak berbeda dengan Taurat dalam isi, tetapi untuk sejumlah kecil masalah hukum, di mana keturunan Israel berpedoman, karena Allah telah mengungkapkan tentang perkataan Isa as, yang artinya adalah, "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. " QS. Al Imran - Surah 3 Ayat 50 [3:50].

Kitab Al Qur’an

Kitab al Qur'an adalah mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad saw pada abad 6 Masehi di Mekkah. Peristiwa turunnya al-Quran atau dikenal dengan Nuzulul Qur'an, terjadi pertama kali ketika Nabi Muhammad menyendiri di Gua Hira, Mekkah. Turunnya al-Quran menandai awal diangkatnya Muhammad saw sebagai Rasulullah (utusan Allah), Usia beliau saat itu genap 40 Tahun. Al-Qur'an terdiri dari 114 surah, terbagi dalam 30 juz dan 6666 ayat, al-Qur'an diwahyukan selama 22 Tahun 2 Bulan dan 22 hari. Al-Quran menyempurnakan seluruh hukum-hukum Allah SWT yang terdapat dalam kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Ia diturunkan untuk seluruh umat manusia sebagai rahmat bagi semesta alam atau disebut juga Rahmatan lil 'alamin.

Para ulama mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:

Ø  Dekrit (perkataan) Allah, yang dibawa oleh malaikat Jibril, kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada semua umat manusia, (isinya) tentang bimbingan agama, orang yang membacanya akan diberi penghargaan, tidak mengandung kesalahan atau kelemahan dari masa lalu sampai masa depan.

Ø  Keputusan Illah ( Allah SWT): keputusan lain yang tidak datang dari Allah bukanlah bagian dari Al-Qur'an, seperti perkataan nabi Muhammad SAW.

Ø  Dibawa oleh malaikat Jibril: keputusan lain yang dibawa oleh malaikat mana pun selain Jibril bukanlah Al-Qur'an.

Ø  Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW : Dekrit ilahi sebelumnya yang diberikan kepada nabi-nabi lain bukanlah bagian dari Al-Qur'an.

Ø  Dalam bahasa Arab: terjemahan Al-Qur'an ke bahasa lain bukan Al-Qur'an. Disampaikan kepada semua umat manusia: pedoman yang dibawanya berlaku untuk semua umat manusia, tanpa memandang perbedaan agama.

Ø  Al Quran berisi panduan agama: demi manusia di dunia ini dan di akhirat. Hadiah bagi mereka yang membacanya: ucapan ilahi (hadits qudsi) bukan bagian dari Al-Qur'an, karena membacanya tidak menghasilkan imbalan bagi pembaca.

Ø  Al Quran tidak mengandung kesalahan atau kelemahan dari masa lalu sampai sekarang, di masa depan: Al-Quran tidak akan pernah menerima perubahan apa pun di dalamnya.

 

 

 

 

 

 

 

Asmaul Husna

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :


1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu’min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-‘Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi’ (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu’izz (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami’ (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-‘Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-‘Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-‘Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi’ (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba’ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu’id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu’akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta’ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-‘Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra’uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami’ (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani’ (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi’ (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi’ (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

 

Sifat – Sifat Allah Swt

v Sifat Wajib Bagi Allah :

  1. Wujud (Ada)
  2. Qidam (dahulu)
  3. Baqa’(kekal)
  4. Mukhalafatul lil-hawadis (berbeda dengan yang baru)
  5. Qiyamuhu bi nafsihi (berdiri sendiri)
  6. Wahdaniyah (keesaan)
  7. Qudrah (berkuasa)
  8. Iradat (berkehendak)
  9. ‘llmu (mengetahui)
  10. Hayat (hidup)
  11. Sama’ (mendengar)
  12. Basar (melihat)
  13. Kalam (berbicara)
  14. Qadiran ( Maha berkuasa)
  15. Muridan (Maha berkehendak)
  16. ‘Aliman (Maha mengetahui)
  17. Hayyan (Maha hidup)
  18. Sami’an (Maha mendengar)
  19. Basiran (Maha melihat)
  20. Mutakalliman (Maha berbicara)

v Sifat Mustahil Bagi Allah :

  1. ‘Adam, artinya tiada (bisa mati)
  2. Huduth, artinya baharu (bisa di perbaharui)
  3. Fana’, artinya binasa (tidak kekal/mati)
  4. Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya
  5. Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain (ada kerjasama)
  6. Ta’addud, artinya berbilang – bilang (lebih dari satu)
  7. ‘Ajz, artinya lemah (tidak kuat)
  8. Karahah, artinya terpaksa (bisa di paksa)
  9. Jahl, artinya jahil (bodoh)
  10. Maut, artinya mati (bisa mati)
  11. Syamam, artinya tuli
  12. ‘Umy, artinya buta
  13. Bukm, artinya bisu
  14. Kaunuhu ‘Ajizan, artinya lemah (dalam keadaannya)
  15. Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa (dalam keadaannya)
  16. Kaunuhu Jahilan, artinya jahil (dalam keadaannya)
  17. Kaunuhu Mayyitan, artinya mati (dalam keadaannya)
  18. Kaunuhu Asam, artinya tuli (dalam keadaannya)
  19. Kaunuhu A’ma, artinya buta (dalam keadaannya)
  20. Kaunuhu Abkam, artinya bisu (dalam keadaannya)

Sifat Jaiz Bagi Allah Swt

Sifat Jaiz bagi Allah artinya boleh bagi Allah Swt mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu atau di sebut juga sebagai “mumkin”. Mumkin ialah sesuatu yang boleh ada dan tiada.

 

Sifat -Sifat Rasul

v Sifat Wajib bagi Rasul :

1.       Shidiq (صِدْقٌ) artinya benar

2.       Amanah (اَمَانَةٌ) artinya sosok yang dapat dipercaya.

3.       Tabligh (تَبْلِغٌ) artinya menyampaikan wahyu dari Allah baik itu perintah maupun larangan.

4.       Fathonah (فَطَانَةٌ) artinya cerdas.

v Sifat Mustahil bagi Rasul :

  1. Kidzib (كِذْبٌ) artinya bohong atau berdusta
  2. Khianat (خِيَانَةٌ) artinya tidak dapat dipercaya
  3. Al-Kitman (الكتمان) artinya menyembunyikan rahasia
  4. Al-Baladah (البلادة) artinya bodoh

v Sifat Jaiz bagi Rasul

Seorang Rasul juga memiliki sifat jaiz yang berarti sifat yang boleh dimiliki seorang Rasul sebagai manusia. sifat jaiz bagi rasul adalah sifat yang diperbolehkan bagi mereka. Para Rasul memiliki sifat-sifat yang pada umumnya dimiliki manusia, sepanjang tidak menurunkan harkat dan martabat diri seorang Rasul. Sifat-sifat umum yang dimiliki manusia antara lain makan, minum, lapar, haus, tidur, mencari nafkah, berumah tangga, sakit, dan lain sebagainya.

Ayat - ayat Pembuka Juz Pada Al Qur’an

v  Juz 1

QS. Al Fatihah (1) : 1

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

v  Juz 2

QS. Al Baqarah (2) : 142

سَيَقُوْلُ السُّفَهَاۤءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلّٰىهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَا ۗ قُلْ لِّلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُۗ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

v  Juz 3

QS. Al Baqarah (2) : 253

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۘ مِنْهُمْ مَّنْ كَلَّمَ اللّٰهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْدَرَجٰتٍۗ وَاٰتَيْنَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنٰتِ وَاَيَّدْنٰهُ بِرُوْحِ الْقُدُسِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ وَلٰكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ اٰمَنَ وَمِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَا اقْتَتَلُوْاۗ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ

v  Juz 4

QS. Ali Imran (3) : 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

v  Juz 5

QS. An Nisa (4) : 24

وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ النِّسَاۤءِ اِلَّا مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۚ كِتٰبَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَاُحِلَّ لَكُمْ مَّا وَرَاۤءَ ذٰلِكُمْ اَنْ تَبْتَغُوْا بِاَمْوَالِكُمْ مُّحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ ۗ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهٖ مِنْهُنَّ فَاٰتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ فَرِيْضَةً ۗوَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهٖ مِنْۢ بَعْدِ الْفَرِيْضَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

v  Juz 6

QS. An Nisa (4) : 148

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا

 

 

v  Juz 7

QS. Al Maidah (5) : 83

وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْع مِمَّاعَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِي

v  Juz 8

QS. Al An’am (6) : 111

وَلَوْ اَنَّنَا نَزَّلْنَآ اِلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْٓا اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ

v  Juz 9

QS. Al A’raf (7) : 88

قَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ لَنُخْرِجَنَّكَ يٰشُعَيْبُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَآ اَوْ لَتَعُوْدُنَّ فِيْ مِلَّتِنَاۗ قَالَ اَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِيْنَ

v  Juz 10

QS. Al Anfal (8) : 41

وَاعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا غَنِمْتُم مِّن شَىْءٍ فَأَنَّ لِلَّـهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِوَلِذِى الْقُرْبَىٰ وَالْيَتٰمَىٰ وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِاللَّـهِ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِير

v  Juz 11

QS. At Taubah (9) : 94

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُوا۟ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّـهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى اللَّـهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

v  Juz 12

QS. Hud (11) : 6

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّـهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚكُلٌّ فِى كِتٰبٍ مُّبِينٍ

 

 

v  Juz 13

QS. Yusuf (12) : 53

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

v  Juz 14

QS. Al Hijr (15) : 1

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايٰتُ الْكِتٰبِ وَقُرْءَانٍ مُّبِينٍ

v  Juz 15

QS. Al Isra’ (17) : 1

سُبْحٰنَ الَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِى بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

v  Juz 16

QS. Al Kahfi (18) : 75

قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسْتَطِيعَ مَعِىَ صَبْرًا

v  Juz 17

QS. Al Anbiya (21) : 1

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

v  Juz 18

QS. Al Mu’minun (23) : 1

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

v  Juz 19

QS. Al Furqan (25) : 21

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا الْمَلٰٓئِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْ عُتُوًّا كَبِيرًا

v  Juz 20

QS. An Naml (27) : 56

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوٓا۟ ءَالَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

v  Juz 21

QS. Al Ankabut (29) : 46

وَلَا تُجٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ الْكِتٰبِ إِلَّا بِالَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِالَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَأُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلٰهُنَا وَإِلٰهُكُمْ وٰحِدٌ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

v  Juz 22

QS. Al Ahzab (33) : 31

وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّـهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعْمَلْ صٰلِحًا نُّؤْتِهَآ أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا

v  Juz 23

QS. Yaasin (36) : 28

وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

v  Juz 24

QS. Az Zumar (39) : 32

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى اللَّـهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكٰفِرِينَ

v  Juz 25

QS. Fushilat (41) : 47

إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ ۚ وَمَا تَخْرُجُ مِن ثَمَرٰتٍ مِّنْ أَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِۦ ۚ وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ أَيْنَ شُرَكَآءِى قَالُوٓا۟ ءَاذَنّٰكَ مَا مِنَّا مِن شَهِيدٍ

v  Juz 26

QS. Al Jasiyah (45) : 33

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُوا۟ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

v  Juz 27

QS. Adz Dzariyat (51) : 31

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُون

 

 

v  Juz 28

QS. Al Mujadalah (58) : 1

قَدْ سَمِعَ اللَّـهُ قَوْلَ الَّتِى تُجٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى اللَّـهِ وَاللَّـهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ اللَّـهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ

v  Juz 29

QS. Al Mulk (67) : 1

تَبٰرَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

v  Juz 30

QS. An Naba (78) : 1

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

 

114 Nama Surah dalam Al Qur’an Beserta Artinya

 


1. Al Fatihah (Pembuka)

2. Al Baqarah (Sapi Betina)

3. Ali Imran (Keluarga Imran)

4. An Nisa (Wanita)

5. Al Ma'idah (Jamuan)

6. Al An'am (Hewan Ternak)

7. Al-A'raf (Tempat yang Tertinggi)

8. Al-Anfal (Harta Rampasan Perang)

9. At-Taubah(Pengampunan)

10. Yunus (Nabi Yunus)

11. Hud (Nabi Hud)

12. Yusuf (Nabi Yusuf)

13. Ar-Ra'd (Guruh)

14. Ibrahim (Nabi Ibrahim)

15. Al-Hijr (Gunung Al Hijr)

16. An-Nahl (Lebah)

17. Al-Isra' (Perjalanan Malam)

18. Al-Kahf (Penghuni-penghuni Gua)

19. Maryam (Maryam)

20. Ta Ha (Ta Ha)

21. Al-Anbiya (Nabi-Nabi)

22. Al-Hajj (Haji)

23. Al-Mu'minun (Orang-orang mukmin)

24. An-Nur (Cahaya)

25. Al-Furqan (Pembeda)

26. Asy-Syu'ara' (Penyair)

27. An-Naml (Semut)

28. Al-Qasas (Kisah-kisah)

29. Al-'Ankabut (Laba-laba)

30. Ar-Rum (Bangsa Romawi)

31. Luqman (Keluarga Luqman)

32. As-Sajdah (Sajdah)

33. Al-Ahzab (Golongan-golongan yang Bersekutu)

34. Saba' (Kaum Saba')

35. Fatir (Pencipta)

36. Ya Sin (Yaasiin)

37. As-Saffat (Barisan-barisan)

38. Sad (Shaad)

39. Az-Zumar (Rombongan-rombongan)

40. Ghafir (Yang Mengampuni)

41. Fussilat (Yang Dijelaskan)

42. Asy-Syura (Musyawarah)

43. Az-Zukhruf (Perhiasan)

44. Ad-Dukhan (Kabut)

45. Al-Jasiyah (Yang Bertekuk Lutut)

46. Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir)

47. Muhammad (Nabi Muhammad)

48. Al-Fath (Kemenangan)

49. Al-Hujurat (Kamar-kamar)

50. Qaf (Qaaf)

51. Az-Zariyat (Angin yang Menerbangkan)

52. At-Tur (Bukit)

53. An-Najm (Bintang)

54. Al-Qamar (Bulan)

55. Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)

56. Al-Waqi'ah (Hari Kiamat)

 Al-Hadid (Besi)

58. Al-Mujadilah (Wanita yang Mengajukan Gugatan)

59. Al-Hasyr (Pengusiran)

60. Al-Mumtahanah (Wanita yang Diuji)

61. As-Saff (Satu Barisan)

62. Al-Jumu'ah (Hari Jum'at)

63. Al-Munafiqun (Orang-orang yang Munafik)

64. At-Tagabun (Hari Dinampakkan Kesalahan-kesalahan)

65. At-Talaq (Talak)

67. Al-Mulk (Kerajaan)

68. Al-Qalam (Pena)

69. Al-Haqqah (Hari Kiamat)

70. Al-Ma'arij (Tempat Naik)

71. Nuh (Nabi Nuh)

72. Al-Jinn (Jin)

73. Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut)

74. Al-Muddassir (Orang yang Berkemul)

75. Al-Qiyamah (Kiamat)

76. Al-Insan (Manusia)

77. Al-Mursalat (Malaikat-Malaikat Yang Diutus)

78. An-Naba' (Berita Besar)

79. An-Nazi'at (Malaikat-Malaikat Yang Mencabut)

80. 'Abasa (Ia Bermuka Masam)

81. At-Takwir (Menggulung)

82.Al-Infitar (Terbelah)

83. Al-Tatfif (Orang-orang yang Curang)

84. Al-Insyiqaq (Terbelah)

85. Al-Buruj (Gugusan Bintang)

86. At-Tariq (Yang Datang di Malam Hari)

87. Al-A'la (Yang Paling Tinggi)

88. Al-Gasyiyah (Hari Pembalasan)

89. Al-Fajr (Fajar)

90. Al-Balad (Negeri)

91. Asy-Syams (Matahari)

92. Al-Lail (Malam)

93. Ad-Duha (Waktu Matahari Sepenggalahan Naik (Dhuha))

94. Al-Insyirah (Melapangkan)

95. At-Tin (Buah Tin)

96. Al-'Alaq (Segumpal Darah)

97. Al-Qadr (Kemuliaan)

98. Al-Bayyinah (Pembuktian)

99. Az-Zalzalah (Kegoncangan)

100. Al-'Adiyat (Berlari Kencang)

101. Al-Qari'ah (Hari Kiamat)

102. At-Takasur (Bermegah-megahan)

103. Al-'Asr (Masa)

104. Al-Humazah (Pengumpat)

105. Al-Fil (Gajah)

106. Quraisy (Suku Quraisy)

107. Al-Ma'un (Barang-barang yang Berguna)

108. Al-Kausar (Nikmat yang Berlimpah)

109. Al-Kafirun (Orang-orang Kafir)

110. An-Nasr (Pertolongan)

111. Al-Lahab (Gejolak Api)

112. Al-Ikhlas (Ikhlas)

113. Al-Falaq (Waktu Subuh)

114. An-Nas (Umat Manusia)

 

 


 

Sejarah Singkat Kelahiran Rasulullah SAW Serta Peristiwa Isra’ Mi’raj

 

v  Kelahiran Rasulullah SAW

Pada momen ketika Nabi Muhammad lahir, jazirah Arab diimpit oleh dua kekaisaran: Romawi dan Persia. Keduanya memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai. Romawi yang saat itu dalam kekuasaan Kekaisaran Byzantium menjadi pusat agama Kristen Timur atau Kristen Ortodoks, sementara Persia di bawah Kekaisaran Sasaniyah memiliki rakyat dengan mayoritas penganut Zoroaster.

Di tengah konteks geopolitik semacam itu, Nabi Muhammad lahir di Makkah pada 571 M atau sekitar 1449 tahun lalu. Dalam khazanah Islam, tahun kelahiran Nabi Muhammad dikenal dengan "Tahun Gajah" yang menandai momen penting ketika raja vasal Ethiopia di Yaman, Abrahah bermaksud meratakan bangunan Ka'bah. Pasukan ini bertolak menuju Makkah dengan membawa gajah. Ka'bah nyatanya tak pernah runtuh, dan pasukan Abrahah dihujani batu yang dilempar burung ababil, demikian dikisahkan dalam sumber-sumber resmi Islam.

Peristiwa penyerangan Ka'bah ini juga diabadikan dalam Alquran surah Al-Fiil. Di "Tahun Gajah" itulah, bayi Muhammad lahir dari rahim Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhra sebagai anak yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dalam perjalanan niaga dari Syam.

Abdullah meninggal ketika singgah ke tempat saudara ibunya di Yatsrib. Selepas Aminah melahirkan, Abdul Muthalib amat gembira dan membawa bayi yang baru lahir itu ke Ka'bah, serta memberinya nama Muhammad. Nama "Muhammad" yang dipilihkan Abdul Muthalib menimbulkan pertanyaan di kalangan kaum Arab Makkah.

Ketika diadakan "kenduri" penyembelihan unta selepas 7 hari kelahiran sang bayi, sebagaimana dituliskan Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1980), orang-orang Quraisy bertanya-tanya kenapa nama bayi itu tidak diambil dari nama-nama nenek moyang mereka. Abdul Muthalib yang menyaksikan kedahsyatan peristiwa "Perang Gajah" dan bantuan serangan dari "langit" lantas menjawab: “Kuinginkan dia [Muhammad] akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi.”

Dalam bahasa Arab, kata "Muhammad" diambil dari kata sifat yang berarti "orang yang terus-menerus terpuji." Harapan Abdul Muthalib terkabul karena Nabi Muhammad SAW menjadi sosok yang demikian berpengaruh, berbudi pekerti luhur hingga dijuluki Al-Amin (orang terpercaya), dan memperoleh tempat khusus di sejarah dunia. Dilansir dari NU Online, dikisahkan bahwa pada malam kelahiran Nabi Muhammad, istana kisra di Persia berguncang hingga 14 ruangannya roboh. Api kaum Zoroaster yang disembah penganut Majusi pun padam.

Padahal, api tersebut telah menyala selama 1000 tahun. Kelahiran Nabi Muhammad SAW ini diyakini telah "memadamkan api" penganut Majusi, menandai kemunculan penyampai pesan "ketuhanan" di tengah impitan imperium Romawi dan Persia. Esoknya, air danau Sawah di Persia surut. Beberapa sumber mata air mengering dan rakyat Kisra kebingungan.

Seseorang kepercayaan di Kisra bernama Al-Mubidzan bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntun kuda-kuda bagus. Unta-unta tersebut berjalan mengarungi sungai Tigris dan sungai Eufrat, lalu menyebar ke sejumlah negerinya. Mimpi itu ditafsirkan sebagai kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi momen besar di seluruh penjuru Arab.

Kelahiran Nabi Muhammad juga diyakini membawa berkah bagi orang-orang di sekitarnya. Halimah As-Sa'diyah, diriwayatkan terus menerima keberuntungan, sejak pertama kali ia mengambil bayi Muhammad bin Abdullah sebagai bayi susuannya.

Ketika bayi itu disusui, air susu Halimah yang sebelumnya sedikit menjadi deras mengalir. Unta yang ditumpanginya dan sang suami ketika mengambil Muhammad menjadi gemuk dan kuat menempuh perjalanan dari Makkah ke Thaif. Kabilah bani Sa'ad asal Halimah As-Sa'diah juga tak henti-henti dilimpahi keberkahan selepas Muhammad berada di lingkungan mereka.

 

v  Peristiwa Isra’ Mi’raj

Isra Miraj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW menuju langit ke-7 untuk menerima perintah salat dari Allah SWT. Kisah tersebut terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab.

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Miraj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Kisahnya bermula saat Rasulullah SAW mengisi waktu usai Isya dengan tidur lebih awal agar dapat bangun pada sepertiga malam terakhir untuk salat. Namun, malam itu malaikat Jibril datang mengunjungi Rasulullah.

Jibril lalu mengajak Rasulullah keluar rumah dan bepergian, melaksanakan Isra Miraj. Rasulullah kemudian menaiki Buraq bersama Jibril dan Mikhail, untuk kemudian dalam sekejap melesat menuju Masjidil Aqsa.

Sebelum tiba, Jibril sempat mengajak Rasulullah salat di beberapa tempat seperti Tayyibah (Madinah Al Munawwarah), Madyan (tempat berteduhnya Nabi Musa AS saat dikejar Firaun), Thursina (tempat Nabi Musa menerima wahyu Allah) dan Betlehem atau Bait Al Lahm (tempat lahirnya Nabi Isa).

Usai salat, Rasulullah melanjutkan perjalanan menuju Baitul Maqdis. Setiba di sana, Rasulullah disambut Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan para nabi lainnya. Allah SWT telah mempersiapkan mereka agar bertemu dengan Rasulullah. Setelah itu, mereka salat berjemaah dengan Rasulullah sebagai imam.

Tidak hanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah juga bertemu dengan beberapa nabi ketika naik dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha. Rasulullah bertemu Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, Nabi Musa di langit keenam.

Saat berada di langit ketujuh, Rasulullah bertemu dengan Nabi Ibrahim. Rasulullah kemudian melanjutkan perjalanan hingga ke langit tertinggi, Shidratul-Muntaha. Di tempat itu, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari.

Setelah mengunjungi langit tertinggi, Rasulullah kembali. Ketika sampai di tempat Nabi Musa, beliau ditanya, "Apa yang telah diwajibkan Rabbmu atas umatmu?" Rasulullah pun menjawab pertanyaan tersebut, lalu Musa meminta Rasulullah untuk menghadap Allah dan meminta keringanan.

Rasulullah pun menuruti saran tersebut dan meminta keringanan. Permintaan Rasulullah didengar hingga kewajiban salat menjadi lima kali sehari.




 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujian Tengah Semester 2 Mata kuliah Sistem Basis Data

 Alansyah Ramadhan Sundava 3922150129 Teknik Informatika Sains dan Teknologi Universitas Panca Sakti Bekasi

Mengenal ERD dan Contohnya

Alansyah Ramadhan Sundava 3922150129 Teknik Informatika Sains & Teknologi Universitas Panca Sakti Bekasi